
Seperti diketahui, kemampuan dan keterampilan siswa didalam sebuah kelas berbeda-beda. Ada yang lebih cepat paham dalam topik tertentu, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami topik tersebut. Seorang siswa yang cepat paham dalam satu topik, belum tentu cepat paham dalam topik lainnya.
Asesmen diagnosis memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa.

Awal tahun ajaran baru adalah waktu yang tepat bagi guru untuk memetakan rencana pembelajaran yang sesuai bagi siswa. Karena seperti yang diketahui, Kurikulum Merdeka sangat mengusung pembelajaran yang berbasis pada siswa.
Salah satu cara untuk mengetahui keadaan siswa secara mendalam, guru bisa melakukan Asesmen Diagnostik. Asesmen diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan siswa.

Sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Melalui asesmen ini, guru juga bisa mengetahui siswa mana yang perkembangan atau hasil belajarnya paling tertinggal.
Dengan demikian, guru juga bisa mengambil langkah lanjutan untuk membenahi hal itu. Seperti dengan memberikan pendampingan belajar secara afirmatif.
|
224x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...