
Kebangkitan Nasional merupakan bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan. Semangat nasionalisme bangsa Indonesia telah tumbuh sejak lama dan tidak muncul secara tiba-tiba. Semangat nasionalisme tersebut masih bersifat kedaerahan sehingga Bangsa Indonesia sulit mencapai kemerdekaan.
Kebangkitan Nasional adalah periode penting dalam sejarah perjuangan Indonesia yang menandai kesadaran akan pergerakan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dan kemajuan.
Dilatar belakangi penjajahan Belanda di Indonesia selama berabad abad yang menyebabkan kemiskinan, penindasan, dan kehilangan identitas bangsa.
Pengaruh Barat seperti pendidikan modern dan nasionalisme, mulai masuk ke Indonesia dan memengaruhi kesadaran bangsa.
Tokoh penting dalam hal ini antara lain, Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa. Soekarno salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan Presiden Indonesia pertama Indonesia.
Dr. Soetomo dan salah satu tokoh pergerakan nasional yang membidani lahirnya organisasi Budi Utomo
Berkat lahirnya organisasi Budi Utomo dan diikuti oleh organisasi-organisasi pergerakan nasional lainnya, perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah berubah menjadi bersifat nasional. Sejak saat itu perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia mengalami perubahan.
Organisasi Boedi Oetomo merupakan organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan berbentuk modern. Secara harfiah, kata budi dalam Budi Utomo artinya perangai atau tabiat, sedangkan utomo berarti baik atau luhur. Organisasi Boedi Oetomo artinya usaha mulia. Jadi Boedi Oetomo bermakna sebuah wadah bagi anggotanya untuk mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat.
Organisasi Boedi Oetomo lahir dari diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau lebih dikenal sebagai Sekolah Kedokteran Jawa oleh beberapa mahasiswa, seperti Soetomo, Gunawan Mangunkusumo, RT. Ario Tirtokusumo dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Mereka memikirkan nasib bangsa Indonesia yang sangat buruk serta cara memperbaiki mental para pejabat pangreh praja (sekarang Pamong Praja) yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan jabatan.
Seorang dokter Jawa bernama dr. Wahidin Soedirohusodo pada tahun 1906 hingga 1907 mengadakan perjalanan kampanye dikalangan priyayi di pulau Jawa. Ia menyampaikan pendapat untuk memajukan bangsanya melalui pendidikan. Pendidikan ini akan diusahakan sendiri tanpa bantuan pemerintah kolonial dengan mendirikan Dana Pelajar atau studiefonds untuk membantu para pelajar yang kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolah.
Dalam perjalanannya, pada akhir tahun 1907 dr. Wahidin Soedirohusodo berjumpa dengan Soetomo Mahasiswa STOVIA di Jakarta. Soetomo menyampaikan gagasan dr. Wahidin Soedirohusodo kepada teman-temannya di STOVIA. Mahasiswa-Mahasiswa STOVIA yang sudah memiliki cita-cita meningkatkan kedudukan dan martabat bangsa itu terdorong oleh kampanye yang dilakukan oleh dr.
Wahidin Soedirohusodo.
Pada hari Rabu tanggal 20 Mei 1908, Soetomo dan kawan-kawannya berkumpul di ruang anatomi gedung STOVIA. Mereka sepakat mendirikan organisasi Boedi Oetomo. Para Mahasiswa yang tergabung dalam Boedi Oetomo ini adalah : Soetomo sebagai Ketua, Moh. Soelaeman, sebagai Wakil Ketua, Gondo Soewarno sebagai Sekretaris I, Gunawan Mangunkusumo sebagai Sekretaris II, Angka sebagai Bendahara, Moehammad Saleh dan Soewarno sebagai Komisaris. Juga beberapa nama lain yakni Soewardi, Samsu, Soeradji, Soedibyo, dan Gumbrek.
Awalnya Boedi Oetomo bukanlah organisasi politik, tetapi bergerak di bidang pendidikan dan sosial budaya. Tujuan organisasi ini adalah kemajuan bagi Hindia Belanda dalam bidang pengajaran dan pendidikan.
Boedi Oetomo merupakan awal lahirnya semangat kebangkitan bangsa Indonesia untuk berjuang melawan para penjajah. Berdirinya Boedi Oetomo dilatar belakangi oleh keinginan untuk memajukan bangsa dan menumbuhkan Nasionalisme melalui jalur pendidikan.
Kebangkitan Nasional berdampak pada kesadaran Nasional meningkatkan kesadaran bangsa Indonesia tentang pentingnya kemerdekaan dan kemajuan disamping sebagai alat perjuangan kemerdekaan Indonesia yang akhirnya mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945
Sejak tahun 1959, tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional, disingkat HarKitNas, yaitu Hari Nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 Tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Kebangkitan Nasional Indonesia.
Semoga semangat kebangkitan selalu menginspirasi Kita semua.
Aamiin YRA.
Kota Jambi,
20 - 05 - 2025
SELAMAT MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL 2025
#Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat#
|
1064x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...