
Liburan telah berakhir, saatnya Siswa "Kembali ke Bangku Sekolah" untuk memulai Tahun Pelajaran yang baru. Kenangan selama liburan baik itu perjalanan keluarga, kegiatan bersama teman atau sekedar menghabiskan waktu di rumah memberikan energi dan semangat baru.
Sementara itu bagi Peserta Didik Baru mereka akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau dalam Pendidikan yang bercirikan Agama Islam dibawah naungan Kementerian Agama dikenal dengan istilah MaTSaMa (Masa Taarub Siswa Madrasah) sebagai bagian proses adaptasi dan pengenalan lingkungan belajar yang baru.
Tahun Ajaran Baru atau Tahun Pelajaran Baru lazimnya masyarakat menyebut, menandai dimulainya kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang biasanya dimulai pada minggu kedua di bulan Juli. Namun otonomi daerah berimbas pada bidang pendidikan, dimana setiap Provinsi memiliki jadwal masuk sekolah yang berbeda tergantung pada kalender pendidikan masing-masing Provinsi dan berlaku untuk jenjang TK/ RA, SD/ MI, SLTP/ MTs, SMA/ MA, SMK/ MAK.
Kini saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi rutinitas dan tantangan baru di sekolah. Mempersiapkan diri untuk kembali ke bangku sekolah tidak hanya soal membeli peralatan sekolah baru tapi juga mempersiapkan mental dan dukungan moral dari keluarga. Kesiapan mental sangat penting agar anak dapat kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di Sekolah ataupun Madrasah.
Hari pertama masuk sekolah, saat yang penuh antisipasi dan mungkin sedikit gugup bagi siswa, orang tua, dan guru. Biasanya Siswa akan bertemu dengan Guru dan teman baru yang dapat menjadi awal dari persahabatan dan pengalaman belajar yang menyenangkan
Setiap tahun ajaran baru selalu muncul keganjilan yakni kebingungan orang tua mencari sekolah untuk anaknya. Ternyata keganjilan itu muncul karena masalah lama belum tuntas. Sistem Zonasi belumlah sepenuhnya memberikan solusi dari PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Standarisasi Sekolah/ Madrasah masih belum jelas sehingga menimbulkan "Kasta" dalam dunia pendidikan Kita.
Sistem kasta tersebut membuat para orang tua berlomba-lomba untuk mendapatkan sekolah/ madrasah berkasta tinggi, mereka menempuh berbagai cara agar anaknya bisa diterima di sekolah ataupun madrasah yang diinginkan, seperti rekayasa dokumen kependudukan bahkan mereka rela mengeluarkan biaya besar, atau lewat jalur siluman agar anaknya bisa bersekolah di sekolah/ madrasah favorit. Sementara banyak calon Siswa yang tidak terjaring ke sekolah/ madrasah impian mereka, bukan lantaran kurang pandai melainkan karena mereka tidak mampu membayar biaya masuk yang tinggi dan tidak punya orang dalam.
Disinilah perlunya peran orang tua. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi, dukungan, dan pengertian bahwa semua institusi pendidikan itu pada hakekatnya sama, dan mendiskusikan hal hal positif yang akan dihadapi anaknya.
Hari pertama di sekolah/ madrasah menjadi awal dari petualangan belajar yang seru dan penuh makna bagi para Siswa.
Bagi orang tua, hari pertama masuk sekolah juga dapat menjadi peristiwa yang emosional, karena mereka melihat anak-anak mereka tumbuh dan berkembang
Dengan semangat dan keceriaan yang mereka tunjukkan diharapkan para Siswa dapat terus berprestasi dan berkembang selama masa sekolah mereka.
InsyaAllah.
Semoga.
Kota Jambi,
14 - 07 - 2025
|
1073x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...