
Pagi yang tenang di MTsN 2 Kota Jambi menjadi latar kegiatan pembiasaan ngaji yang dilakukan oleh siswa kelas 7E dan 7J. Sebelum pelajaran dimulai, beberapa siswa dari kedua kelas mendapat giliran untuk membaca Al-Qur’an secara bergantian, satu per satu, di hadapan guru yang mengajar di jam pertama. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pak Wahid, yang hari itu mengajar di kelas 7J.
Suasana kelas berubah menjadi ruang pembinaan spiritual. Siswa yang mendapat giliran maju ke depan kelas, membuka mushaf, dan membaca ayat suci dengan tartil. Guru mendampingi dengan penuh kesabaran, membetulkan bacaan jika perlu, dan memberi motivasi agar siswa lebih percaya diri. Siswa yang lain menyimak dengan tenang, menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh makna.
Kegiatan ngaji satu per satu ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pembiasaan karakter yang telah dibangun sejak awal tahun ajaran. Setiap siswa mendapat giliran secara bergantian, sehingga semua memiliki kesempatan untuk tampil, belajar, dan memperbaiki bacaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan adab, keberanian, dan rasa tanggung jawab terhadap Al-Qur’an.
Adrian, siswa kelas 7J, mengaku awalnya merasa gugup saat harus membaca di depan kelas. Namun setelah beberapa kali dibimbing, ia mulai merasa nyaman dan percaya diri. “Waktu pertama kali maju, aku gemetar. Tapi Pak Wahid sabar banget ngajarin. Sekarang aku jadi semangat ngaji, dan rasanya senang kalau bisa baca dengan benar,” ujarnya sambil tersenyum.
Pak Wahid menyampaikan bahwa pembiasaan ini adalah bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani sejak dini. “Kami ingin anak-anak terbiasa dekat dengan Al-Qur’an, bukan hanya saat pelajaran agama. Ketika mereka membaca satu per satu, mereka belajar bukan hanya tentang tajwid, tapi juga tentang keberanian, ketenangan, dan rasa hormat terhadap ayat suci,” tuturnya dengan penuh semangat.
Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi positif antara guru dan siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual. Siswa merasa lebih dekat dan lebih dihargai, karena setiap bacaan mereka didengarkan dan dibimbing dengan penuh perhatian. Hal ini memperkuat ikatan emosional dan rasa percaya diri siswa dalam belajar.
Pembiasaan ngaji pagi ini mendapat dukungan dari wali kelas dan orang tua, yang melihat dampak positif terhadap sikap dan semangat belajar anak-anak. Beberapa siswa bahkan mulai membawa mushaf sendiri dari rumah, sebagai bentuk komitmen pribadi untuk terus memperbaiki bacaan dan menjaga rutinitas ngaji.
MTsN 2 Kota Jambi terus mendorong pembiasaan spiritual sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kegiatan ngaji satu per satu di kelas 7E dan 7J menjadi bukti bahwa pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an bisa dimulai dari langkah sederhana, namun berdampak besar. Satu ayat yang dibaca dengan ikhlas, bisa menjadi awal dari perjalanan panjang menuju generasi madrasah yang berakhlak mulia. (WKS)
Tim Humas MTsN 2 Kota Jambi
Penulis: Wahid
Editor: Leni
Kunjungi Kami:
Facebook dan YouTube:
MTs Negeri 2 Kota Jambi
Instagram dan Tiktok:
@mtsn2kotajambi
Whatsapp:
+62 895-3910-32379
#mtsn2kotajambi #madrasahmajubermutumendunia
#masandaPINTAR #ZonaIntegritasMASANDA
MTsN 2 Kota Jambi: Peduli lingkungan, Inovatif, Nalar, Teknologi, Amanah, Religius.
|
409x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...