
Kota Jambi (MTsN 2) - Selasa (3/2/2026) menjadi momen eksplorasi yang seru bagi siswa kelas 9D di MTsN 2 Kota Jambi. Berbeda dengan rutinitas teori di dalam kelas, kali ini ruang laboratorium IPA berubah menjadi ajang pembuktian sains yang penuh rasa ingin tahu. Di bawah arahan Ibu Heri Yulistuti, S.Pd., para siswa tidak hanya duduk mendengarkan, melainkan terjun langsung menguji keajaiban reaksi kimia melalui metode pembelajaran berbasis praktik yang interaktif.
Fokus utama dalam praktik kali ini adalah mengamati reaksi kimia yang terjadi antara asam cuka dan soda kue. Ibu Heri Yulistuti menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa dapat memahami bagaimana zat-zat awal yang disebut sebagai reaktan dapat berinteraksi dan berubah menjadi satu atau lebih zat baru yang disebut sebagai produk. Pembelajaran kinetik seperti ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman teoretis yang telah dipelajari di dalam kelas.
Alat-alat yang digunakan dalam eksperimen ini cukup sederhana dan mudah ditemukan, yakni gelas Erlenmeyer dan sendok plastik. Sementara itu, bahan-bahan utamanya meliputi cuka dapur, soda kue, dan balon karet berwarna-warni. Meskipun alat dan bahannya sederhana, tingkat ketelitian siswa sangat diuji dalam proses pencampuran agar reaksi yang dihasilkan dapat terlihat secara maksimal.
Proses eksperimen dimulai dengan langkah pertama, yaitu siswa menuangkan cairan cuka ke dalam gelas Erlenmeyer sesuai takaran yang ditentukan. Secara bersamaan, siswa lainnya bertugas memasukkan serbuk soda kue ke dalam balon menggunakan bantuan sendok plastik. Kerja sama tim antar siswa menjadi kunci utama kelancaran praktikum ini sejak menit pertama dimulai.

Langkah krusial terjadi saat siswa diminta untuk menutup mulut gelas Erlenmeyer menggunakan pangkal balon, dengan catatan serbuk soda kue di dalam balon belum jatuh ke cuka. Setelah dipastikan tertutup rapat, siswa perlahan-lahan mengangkat balon sehingga soda kue tumpah sepenuhnya ke dalam gelas dan bercampur dengan cairan cuka di bawahnya. Seketika, reaksi kimia pun terjadi. Begitu kedua bahan tersebut bercampur, muncul gelembung-gelembung gas (effervescence) yang sangat banyak di dalam gelas Erlenmeyer. Secara ajaib, balon yang tadinya layu mulai mengembang dengan sendirinya tanpa ditiup oleh manusia.
Ibu Heri Yulistuti, S.Pd. menjelaskan kepada para siswa bahwa balon tersebut mengembang karena adanya gas karbon dioksida yang dihasilkan dari pertemuan asam cuka dan soda kue. Gas inilah yang merupakan salah satu "produk" dari reaksi kimia tersebut. Tekanan gas yang dihasilkan di dalam ruang tertutup memaksa udara keluar dan mengisi ruang di dalam balon hingga membesar.

Praktik ini bukan sekadar bermain dengan balon, melainkan cara agar siswa memahami bahwa dalam sebuah reaksi kimia, massa dan wujud zat bisa berubah, namun atom-atomnya tetap ada dan hanya menyusun ulang diri menjadi zat yang baru," ujar Ibu Heri di sela-sela pengamatannya terhadap pekerjaan siswa. Beliau menekankan pentingnya pengamatan detail terhadap setiap perubahan fisik yang terjadi.
Para siswa pun diminta mencatat hasil pengamatan mereka di buku laporan praktikum. Mereka mendokumentasikan setiap tahapan, mulai dari kondisi awal reaktan hingga terbentuknya produk akhir.
Kepala MTsN 2 Kota Jambi sangat mendukung kegiatan produktif seperti ini sebagai upaya mewujudkan madrasah yang unggul dalam bidang sains. Dengan adanya praktik langsung, diharapkan minat siswa kelas 9D terhadap ilmu pengetahuan alam semakin meningkat dan tidak hanya terpaku pada teks di buku cetak saja.(JLM)
Tim Humas MTsN 2 Kota Jambi
Editor: Leni Marlina
Kunjungi Kami:
Facebook dan YouTube:
MTsNegeri 2 Kota Jambi
Instagram dan Tiktok:
@mtsn2kotajambi
WhatsApp:
+62 895-3910-32379
#mtsn2kotajambi #madrasahmajubermutumendunia
#masandaPINTAR #ZonaIntegritasMASANDA
MTsN 2 Kota Jambi: Peduli lingkungan, Inovatif, Nalar, Teknologi, Amanah, Religius.
|
992x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...