
Foto: Tangkapan Layar Zoom
Jakarta - Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sukses menyelenggarakan Short Course daring bertajuk "Humas Level Up #8: Impactful and Effective News" pada Jumat, 5 Juni 2026. Forum nasional yang berlangsung melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 13.30 hingga selesai ini dirancang khusus sebagai ruang peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi strategis bagi pranata humas di seluruh satuan kerja kementerian di Indonesia.
Penyelenggaraan kegiatan kehumasan bergengsi ini menghadirkan Marjam Madyansyah, selaku Penanggung Jawab Tim Dokumentasi, Peliputan, dan Manajemen Isu Biro Humas Kemenag RI, sebagai narasumber utama. Jalannya diskusi dan pemaparan materi dipandu secara taktis oleh dua Anggota Tim Doklip Biro Humas Kemenag RI, Rima Febrina Hirman dan Sarah Shafira Sandy, yang bertindak selaku moderator sepanjang sesi berlangsung.
Dalam sesi pemaparannya, narasumber membedah urgensi peran jurnalisme humas sebagai instrumen utama dalam mengelola, mengarahkan narasi publik, serta menjadi rujukan valid bagi wartawan media massa. Menghadapi fenomena pembaca modern yang mayoritas menyimpulkan isi berita hanya berdasarkan judul, insan humas diinstruksikan untuk meninggalkan pola penulisan judul seremonial yang sekadar menyebutkan nama agenda kegiatan. Standar teknis penulisan judul yang ideal harus bertindak sebagai hook, bernilai berita, jelas, bebas dari unsur clickbait, serta dikemas secara singkat dan padat tidak lebih dari 12 kata agar tidak terpotong di mesin pencarian digital.
Lebih lanjut, materi bimbingan teknis ini mengupas tuntas klasifikasi nilai berita (news value) yang wajib dipahami oleh pengelola media instansi untuk mengedukasi publik secara optimal. Nilai berita pertama adalah Impact, yakni sejauh mana informasi memberikan dampak nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat. Nilai berita kedua adalah Magnitudo, yang merujuk pada keterlibatan banyak orang, cakupan skala atau jumlah yang besar, maupun nilai ekonomi tinggi dalam peristiwa yang dilaporkan.

Nilai berita ketiga yang tidak kalah krusial adalah Significance, yaitu informasi penting yang perlu diketahui masyarakat luas, meliputi penanganan kasus, pengumuman program, regulasi baru, hingga progres pelayanan publik. Selanjutnya, aspek keempat adalah Timeliness yang menekankan bahwa peristiwa yang diangkat haruslah hal yang aktual dan sedang hangat menjadi perhatian publik. Sementara aspek kelima adalah Unik yang menonjolkan sisi menarik atau hal-hal tidak biasa dari program kementerian, disusul aspek keenam yaitu Proximity yang menitikberatkan kedekatan geografis, psikologis, sosial, budaya, maupun emosional pembaca.
Selain penguatan nilai berita, Biro Humas Kemenag RI menjabarkan sembilan poin penting dalam memproduksi berita yang kredibel dan efektif. Setiap produk tulisan wajib memiliki struktur anatomi yang lengkap, mulai dari judul, teras berita (lead), hingga tubuh isi berita. Rumusan teras berita juga harus dikomposisikan secara lugas—ideal dalam maksimal dua kalimat—serta merangkum keseluruhan unsur utama 5W + 1H (What, Who, Why, When, Where, How) secara faktual dan selaras dengan judul. Keharusan mencantumkan kutipan langsung dari narasumber yang relevan dengan menggunakan tanda kutip dua dan diakhiri dengan tanda petik setelah tanda koma turut menjadi disiplin jurnalistik yang wajib dipatuhi.
Pada bagian simulasi praktis, materi pelatihan menyajikan studi kasus mengenai tata cara mereduksi judul berita yang terlalu panjang dan seremonial agar menjadi lebih berdampak dan bernilai jurnalistik tinggi. Sebagai contoh, draf judul awal yang berbunyi: "Guru, Pegawai dan Siswa MAN 2 Konoha Melakukan Pembungkusan Daging Hewan Kurban dengan Memakai Daun Jati Demi Mewujudkan Program Ekoteologi" dinilai kurang efektif karena terlalu bertele-tele dan melebihi batas ideal 12 kata. Melalui teknik penyuntingan yang diajarkan, draf judul tersebut berhasil diubah secara padat dan menarik menjadi: "Wujudkan Ekoteologi, MAN 2 Konoha Bungkus Daging Kurban Pakai Daun Jati".

Guna menjaga integritas institusi, Biro Humas Kemenag RI dengan tegas menginstruksikan seluruh jajaran humas untuk selektif dan menghindari pemberitaan yang bersifat kontra-pemerintah, mengandung unsur SARA, ataupun hal-hal yang sensitif. Publikasi berkadar gosip, infotainment, konflik internal, kerusuhan, politik praktis, hingga promosi komersial yang tidak berkaitan langsung dengan lingkungan Kementerian Agama atau pemerintah wajib dieliminasi secara total dari kanal informasi resmi satker.
Short course berkreditasi 3 Jam Pelajaran (JP) ini membebankan ketentuan ketat, di mana setiap peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian materi secara utuh serta mengisi kuesioner kehadiran sebagai prasyarat utama penerbitan E-Sertifikat resmi. Penyelenggaraan Humas Level Up kali ini dipastikan berjalan secara mandiri dan untuk sementara waktu tidak diakses melalui website MOOC Pintar, namun tetap mengikat kedisiplinan administratif bagi seluruh kontributor berita daerah.
Sebagai bagian dari komitmen penyelarasan informasi publik tersebut, Tim Humas MTsN 2 Kota Jambi turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan daring ini. Melalui bekal bekal materi penyuntingan serta kaidah jurnalistik resmi dari Biro Humas pusat, Tim Humas MTsN 2 Kota Jambi akan mentransformasikan pengelolaan portal berita madrasah agar tampil lebih profesional, kredibel, edukatif, serta sejalan dengan arah kebijakan kementerian. (JLM)
Tim Humas MTsN 2 Kota Jambi
Editor: Leni Marlina
Facebook dan YouTube:
MTsNegeri 2 Kota Jambi
Instagram dan Tiktok:
@mtsn2kotajambi
WhatsApp:
+62 895-3910-32379
#masandaPINTAR:
MTsN 2 Kota Jambi: Peduli lingkungan, Inovatif, Nalar, Teknologi, Amanah, Religius.
#mtsn2kotajambi #madrasahmajubermutumendunia #ZonaIntegritasMASANDA
|
819x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...