
Kota Jambi (MTsN 2) - Rangkaian sesi tatap muka daring (sinkronus) dalam Program Internasional Bersertifikat: Pengenalan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bagi Guru Madrasah resmi berakhir pada Rabu (12/8/2026). Tenaga pendidik MTsN 2 Kota Jambi, Wahid Kurniawan, S.Pd., tuntas mengikuti seluruh tahapan diskusi interaktif melalui platform Zoom Meeting sebelum melangkah ke tahap tugas mandiri.
Pada hari ketiga yang menjadi puncak sesi interaktif ini, fokus kajian diarahkan pada penguatan Kompetensi Komparatif Kekristenan serta materi Kompetensi Kolaboratif. Pertemuan penutup ini menghadirkan dua tokoh penting nasional dan internasional yang mengupas tuntas landasan dialog teologis serta panduan praktis dalam membangun kerja sama lintas iman.
Sesi pertama diawali dengan pemaparan Kompetensi Komparatif Kekristenan yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang, M.A., tokoh pimpinan gereja yang menjabat sebagai Wakil Asia dalam Presidium Dewan Gereja-Gereja Sedunia. Dalam sesi tersebut, peserta diajak melihat bagaimana Kekristenan dipahami dalam kajian komparatif agama, khususnya terkait warisan teologis, sejarah, dan etika yang mempengaruhi peradaban dunia.

Pdt. Henriette menguraikan prinsip-prinsip mendasar yang menjadi pijakan umat Kristen dalam membangun dialog, toleransi, dan kerja sama dengan pemeluk agama lain. Pemaparan objektif ini memberikan gambaran jernih bagi para pendidik madrasah mengenai pentingnya memahami tradisi keagamaan lain secara utuh guna mengikis sekat kekhawatiran dalam interaksi sosial.
Rangkaian sesi sinkronus kemudian ditutup secara komprehensif dengan materi Kompetensi Kolaboratif yang dibawakan oleh Budi Setiamarga, Ph.D., Program Advisor Institut Leimena. Sesi ini menjawab tantangan nyata tentang bagaimana kolaborasi konkret dapat terjalin di antara kelompok masyarakat yang memiliki keyakinan berbeda.
Budi Setiamarga menekankan bahwa kunci utama kolaborasi lintas iman terletak pada kemampuan bekerja sama untuk kebaikan bersama tanpa harus mengorbankan identitas dan akidah masing-masing. Melalui kerangka kerja ini, para pendidik dibekali panduan praktis untuk merancang ruang-ruang kerja sama yang inklusif di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Keikutsertaan penuh Wahid Kurniawan dalam tiga hari sesi sinkronus ini menjadi modal berharga bagi pengembangan wawasan di MTsN 2 Kota Jambi. Pengetahuan komprehensif mulai dari penguatan iman pribadi, wawasan komparatif agama lain, hingga strategi kolaborasi dinilai sangat relevan dalam menguatkan pendidikan karakter berbasis moderasi beragama.
Usainya sesi interaktif pada hari Rabu tidak menandai berakhirnya pelatihan. Mulai Kamis (13/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026), seluruh peserta, termasuk pendidik dari MTsN 2 Kota Jambi, Wahid Kurniawan, memasuki tahapan sesi asinkronus atau pembelajaran mandiri terarah.

Tahapan pembelajaran mandiri ini diakses oleh seluruh peserta secara daring melalui tautan resmi belajar.lklb.org. Selama empat hari masa asinkronus tersebut, para peserta diwajibkan untuk menuntaskan serta mengunduh pemahaman dari 6 modul pelatihan yang telah disiapkan oleh tim penyusun LKLB.
Pihak MTsN 2 Kota Jambi memberikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan selama proses pelatihan. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan modul mandiri dan dinyatakan lulus sertifikasi internasional kelak, wawasan yang diperoleh diharapkan dapat membawa dampak positif bagi iklim kebangsaan di lingkungan madrasah. (JLM)
Tim Humas MTsN 2 Kota Jambi
Editor: Leni Marlina
Facebook dan YouTube:
MTsNegeri 2 Kota Jambi
Instagram dan Tiktok:
@mtsn2kotajambi
WhatsApp:
+62 895-3910-32379
#masandaPINTAR:
MTsN 2 Kota Jambi: Peduli lingkungan, Inovatif, Nalar, Teknologi, Amanah, Religius.
#mtsn2kotajambi #madrasahmajubermutumendunia #ZonaIntegritasMASANDA
|
329x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...