
Kota Jambi (MTsN 2) - Meluasnya paparan polusi udara dan kabut asap memicu memburuknya kualitas udara hingga menyentuh tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data pengukur Indeks Kualitas Udara (AQI), Kota Jambi bersama Palembang dan Palangka Raya mencatatkan kondisi udara yang tergolong parah dan sangat tidak sehat. Paparan polusi secara berkepanjangan pada level ini berpotensi memicu gangguan kesehatan kronis bahkan mengancam jiwa.
Pada tingkat AQI Parah (150–301), risiko gangguan kesehatan seperti gejala asma tercatat sangat tinggi. Gejala parah yang dapat muncul meliputi mengi yang intens, sesak napas parah, rasa sesak dada yang signifikan, serta batuk terus-menerus yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengantisipasinya, masyarakat diimbau menutup jendela rapat-rapat, menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, mengonsumsi obat resep sesuai petunjuk dokter, serta menyaring udara ruangan.
Menanggapi situasi kritis tersebut, Pemerintah Kota Jambi resmi memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk seluruh jenjang pendidikan mulai Jumat, 9 Oktober 2026. Pemberitahuan resmi Dinas Pendidikan Kota Jambi menegaskan bahwa kebijakan ini merujuk pada Edaran Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 serta Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026. Mengingat hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi sudah berada pada kategori BERBAHAYA, aktivitas belajar mandiri di rumah diberlakukan bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP sampai kondisi udara dinyatakan benar-benar aman untuk pembelajaran tatap muka.

Pemerintah daerah turut mengimbau para orang tua dan wali murid untuk memperketat pendampingan belajar di rumah serta melarang anak-anak beraktivitas di ruang terbuka selama status kualitas udara berada pada level tidak sehat hingga berbahaya. Di saat yang sama, tim Pengawas dan Penilik Satuan Pendidikan terus ditugaskan melakukan pemantauan, pendampingan, dan supervisi langsung ke sekolah-sekolah binaan.
Merespons eskalasi status udara tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTsN 2 Kota Jambi, Wahid Kurniawan, menyampaikan harapan serta doa agar musibah kabut asap ini dapat segera teratasi. "Kondisi ISPU yang sudah masuk kategori berbahaya ini merupakan ujian bersama bagi kita. Kami berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang lebat, mengangkat kabut asap ini, dan memulihkan kualitas udara di Kota Jambi," tuturnya.
Beliau juga berharap agar seluruh peserta didik beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan keafiatan selama menjalankan pembelajaran dari rumah. "Semoga anak-anak kami, para guru, dan seluruh masyarakat Kota Jambi selalu dalam lindungan-Nya, diberikan kesehatan, serta dijauhkan dari berbagai penyakit akibat polusi udara ini. Kami berharap situasi dapat segera membaik agar anak-anak bisa kembali belajar di madrasah dengan aman dan nyaman," tutup Wahid Kurniawan. (JLM)
Tim Humas MTsN 2 Kota Jambi
Editor: Leni Marlina
Facebook dan YouTube:
MTsNegeri 2 Kota Jambi
Instagram dan Tiktok:
@mtsn2kotajambi
WhatsApp:
+62 895-3910-32379
#masandaPINTAR:
MTsN 2 Kota Jambi: Peduli lingkungan, Inovatif, Nalar, Teknologi, Amanah, Religius.
#mtsn2kotajambi #madrasahmajubermutumendunia #ZonaIntegritasMASANDA
|
356x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...