
Diseminasi atau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai penyebarluasan ide, gagasan dan sebagainya. Kegiatan diseminasi sangat diperlukan Guru di sekolah/madrasah, agar ide, gagasan, dan informasi yang dimiliki oleh salah satu guru dapat menyebar dan diterima oleh guru lainnya dalam suatu lingkungan persekolahan.

Misanya saja, dalam suatu lingkungan madrasah terdapat guru yang selesai mengikuti kegiatan diklat, seminar, workshop, webinar, guru tersebut dapat mengadakan seminar kecil berkaitan dengan ilmu yang telah didapat untuk disebarluaskan kepada guru lain. Seperti diseminasi yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Jambi, pada Kegiatan Desiminasi Pembelajaran Berdiferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia oleh Rahmah, S.Pd., kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan pembelajaran berdiferensiasi kepada guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Jambi, diharapkan setelah sosialisasi ini, para guru dapat menerapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan tersebut disaksikan oleh rekan-rekan guru lainnya.

Dalam penyampaiannya tentang pembelajaran berdiferensiasi adalah strategi proses belajar mengajar yang mengakomodir, melayani, dan mengakui keberagaman peserta didik dalam belajar sesuai dengan kesiapan, minat dan preferensi belajarnya. Pada pembelajaran berdiferensiasi siswa dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai dan kebutuhannya sehingga mereka tidak frustrasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajar-nya.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu upaya memenuhi kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan potensi. Upaya yang dilakukan tanpa menyamaratakan perbedaan potensi dan kompetensi, sehingga tujuan pembelajaran dapat terpenuhi dengan baik. Dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, pendidik memerlukan tindakan yang tepat karena pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau aktivitas yang berbeda pada setiap peserta didik.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu usaha bagaimana pendidik memberdayakan peserta didik untuk menggali semua potensi yang dimilikinya. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah pembelajaran yang diindividualkan. Namun, lebih cenderung kepada pembelajaran yang mengakomodir kekuatan dan kebutuhan belajar peserta didik dengan strategi pembelajaran yang independen. Dalam merencanakan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus memahami secara mendalam peserta didik-nya, baik dalam hal kesiapan belajar, minat, maupun gaya atau profil belajar-nya.
|
595x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...